Minggu, 10 Agustus 2014

kisah 4 lilin


     Suatu hari di dalam kamar di sebuah rumah yang gelap gulita ada 4 lilin yang sedang menyala. Seiring berjalannya waktu lilin-lilin tersebut habis meleleh  oleh api.

     Suasana di dalam kamar tersebut sangatlah gelap dan sunyi. Hanya cahaya dari lilin tersebut yang menyala. Karena suasananya begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka.

    Lilin yang pertama berkata
Aku adalah perubahan , namun manusia tak mampu berubah menjadi lebih baik, mereka terlena dengan kesenangan mereka dan lebih suka bermalas-malasan maka lebih baik aku memadamkan diriku saja”
Demikianlah sedikit demi sedikit lilin pertama padam.

     Lilin yang kedua pun berkata
Aku adalah Iman, saying aku tak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku. Beribadah pun tak mau tepat waktu hanya karena mementingkan hobi dan kesenangan dunia mereka. Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

     Dengan sedih lilin ketiga bicara
Aku adalah cinta, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia hanya mencintai kekasihnya saja dan terkadang mereka mengabaikan orang yang jelas menyayanginya, yaitu orsng tua dan keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa Terduga …….

     Seorang anak saat itu  masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata
apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala  aku takut akan kegelapan”

     Lalu ia menangis tersedu-sedu

     Lalu dengan haru lilin keempat berkata
Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya. Karena akulah harapan

     Dengan mata bersinar, sang anak megambil lilin harapan, lalu menyala kembali ketiga lilinnya.

     Apa yang tidak pernah mati adalah harapan yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang ada dalam situsasi apapun mampu menghidupkan kembali iman, cinta, prubahan dengan harapan-nya.

     Kita memliki kemampuan untuk menyalakan semangatnya demi menghidupkkan iman, cinta adan perubahan dengan harapannya.

Jaga selalu harapanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar