Suatu hari di dalam kamar di sebuah rumah
yang gelap gulita ada 4 lilin yang sedang menyala. Seiring berjalannya waktu
lilin-lilin tersebut habis meleleh oleh
api.
Suasana di dalam kamar tersebut sangatlah
gelap dan sunyi. Hanya cahaya dari lilin tersebut yang menyala. Karena
suasananya begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin yang pertama berkata
“Aku adalah perubahan , namun manusia tak mampu
berubah menjadi lebih baik, mereka terlena dengan kesenangan mereka dan lebih
suka bermalas-malasan maka lebih baik aku memadamkan diriku saja”
Demikianlah sedikit demi sedikit
lilin pertama padam.
Lilin yang kedua pun berkata
“Aku
adalah Iman, saying aku tak berguna lagi. Manusia tidak mau
mengenalku. Beribadah pun tak mau tepat waktu hanya karena mementingkan hobi
dan kesenangan dunia mereka. Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan
angin memadamkannya.
Dengan sedih lilin ketiga bicara
“Aku
adalah cinta, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia
hanya mencintai kekasihnya saja dan terkadang mereka mengabaikan orang yang
jelas menyayanginya, yaitu orsng tua dan keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka
matilah lilin ketiga.
Tanpa Terduga …….
Seorang anak saat itu masuk ke
dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan
itu, ia berkata
“apa yang terjadi? Kalian harus tetap
menyala aku takut akan kegelapan”
Lalu ia menangis tersedu-sedu
Lalu dengan haru lilin keempat berkata
“Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat
selalu menyalakan ketiga lilin lainnya. Karena akulah harapan”
Dengan mata bersinar, sang anak megambil
lilin harapan, lalu menyala kembali ketiga lilinnya.
Apa yang tidak pernah mati adalah harapan
yang ada dalam hati kita dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat,
seperti sang anak tersebut, yang ada dalam situsasi apapun mampu menghidupkan
kembali iman, cinta, prubahan dengan harapan-nya.
Kita memliki kemampuan untuk menyalakan
semangatnya demi menghidupkkan iman, cinta adan perubahan dengan harapannya.
Jaga
selalu harapanmu